Fluktuasi Investasi ASEAN “Tua Sebelum Kaya”; Fundamental Ekonomi Rapuh, Utang Bengkak

Fluktuasi Investasi ASEAN “Tua Sebelum Kaya”; Fundamental Ekonomi Rapuh, Utang Bengkak

 

JAKARTA-koranmerahputih.com,

EMPATtahun lalu, prospek ekonomi di kawasan Asia Pasifik tetap kuatDan khususnya Asia Tenggara ini terus menjadi kawasan yang paling dinamis dan favorit dalam investasi ekonomi global.

Prospek jangka pendek telah membaik sejak edisi terakhir Regional Economic Outlook Update: Asia and Pacific pada bulan Oktober 2017 dengan risiko-risiko yang seimbang untuk saat

Namun, dalam jangka menengah, risiko penurunan mendominasi, termasuk yang timbul dari kondisi keuangan global yang mengetat, pergeseran ke arah kebijakan proteksionis, dan peningkatan kotegangan geopolitik.

Kini, mengingat berbagai ketidakpastian tersebut, kebijakan ekonomi makro perlu konservatif dan ditujukan untuk membangun bantalan dan meningkatkan ketahanan.

Para pembuat kebijakan juga perlu terus mendorong reformasi struktural untuk mengatasi tantangan jangka menengah dan jangka panjang, seperti penuaan populasi dan penurunan produktivitas, dan untuk memastikan.

Bahwa, Asia Tenggara mampu meraup manfaat penuh dari peningkatan digitalisasi dalam ekonomi global. Sebelum diterpa pandemi kawasan sejumlah pakar dan pengamat prediksi investasi alami stagnan cenderung decline menurun,

Dengan investor menunda tanamkan uang di kawasan ini. Apalagi, pasca pandemi sejumlah negara alami spending anggaran cukup signifikan. Diantara negara-negara di regional hutangnya membengkak.

Dengan defisit anggaran negara berjalan, pajak untuk rakyat dinaikkan hingga terdapat suatu negara ini anggaran negara postur nya bertumpuk pada pajak rakyat. Daya beli rakyat meleman, neraca perdagangan defisit.

Baca juga  Patroli Dialogis di Pasar, Polsek Klungkung Berikan Pesan Kamtibmas dan Ajak Masyarakat Displin Prokes.

Perusahaan yang dikendalikan oleh pemerintah dikabarkan merugi. Inikah apa yang disebut kategori fundamental ekonomi suatu negara rapuh.

Dalih, pandemi global jadi pembenaran kambing hitam, Dimana sejumlah negara telah ditinggalkan” atau wait and see dalam berinvestasi, tegas pakar sejalan dengan pemikiran K.H. Gustur dalam rekam jejak nya. pernah mengenyam di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Ditambahkannya, tanpa gagasan dan pemikiran revolusioner pemimpin negara negara kawasan ini. Tak cukup langkah kebijakan konvensional. Maka, hampir dapat dipastikan seluruh negara. negara ini, alami musim pacoklik yang berkepanjangan. Kecuali dengan penyatuan mata uang tunggal ASEAN

la penuh semangat gelorakan gagasan dan pemikiran fundamental yang mendasar dalam meraih ketahanan dan kedaulatan ekonomi di kawasan ini. Seakan gagasan dan pemikiran nya itu sebagai warning, peringatan.

Sementara itu, faktor inflasi, hutang pemerintah menumpuk, gejolak euforia sosial politik, fluktuasi nilai tukar mata uang dan perpajakan. Diperkirakan akan cenderung menuju rentan kontraksi pertumbuhan dan ketahanan ekonomi. Hingga saat ini, hutang ke 8 negara Asia Tenggara, Indonesia peringkat pertama diantara Filipina, Laos, Kamboja, Myanmar, Thailand, Timor Leste dan Vietnam.

IDS (Instruction Detection System) adalah laporan atas utang luar negeri dari negara-negara berpenghasilan rendah menengah. Sehingga, Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura tersebut tidak termasuk dalam kategori berpenghasilan rendah, tak dilampirkan dalam laporan IDS tersebut. Bahkan, ke 8 Negara negara Asia Tenggara total hutang Rp 12.000 Trilliun separuh lebih adalah hutang luar negeri dilahap Indonesia, lansir detik.news

Baca juga  Gardi Gazarin ICK Ucap Selamat HUT Hari Pahlawan, Spiritnya Jadikan Inspirasi Di Tengah Pandemi Covid

14/10/2020 Dikarenakan, faktor global berbagal melambatnya ekonomi global semakin kuat dan luasnya didorong oleh stimulus fiskal AS akan lakukan tapering pengetatan keuangan negara adidaya berdampak langsung mata uang nya masih parsial sendiri-sendiri juga hutang luar negeri di kawasan ini.

Menurutnya, Asia Tenggara tetap rentan terhadap pengetatan kondisi keuangan global yang terjadi secara tiba- tiba dan tajam. Disisi lain, terlalu lamanya jangka waktu persyaratan dapat menimbulkan risiko penumpukan utang yang lebih besar dan kerentanan keuangan. Kerentanan-kerentanan ini dapat diperburuk oleh pengambilan risiko yang berlebihan dan perpindahan risiko keuangan ke non-bank.

Manfaat globalisasi belum terbagi secara merata. Dan, seperti yang diperjelas oleh pengumuman dan penerapan tarif atau pajak baru-baru ini. Sebuah pergeseran ke arah kebijakan yang lebih mementingkan kepentingan dalam negeri (inward-looking) merupakan risiko lainnya yang berpotensi mengganggu perdagangan internasional dan pasar keuangan, masih terdampak pandemi global. Ketegangan geopolitik terus menjadi sumber risiko penting lainnya. Terakhir, isu laut China Selatan yang bergesekan dengan Inonesia, Filipina dan China.

Baca juga  Kapolrestabes Surabaya Tegaskan Anggota Positif Narkoba Dipecat

Juga isu peretasan keamanan cyber dan serangan cyber cukup meningkat secara global Juga, perubahan iklim dan bencana alam, pandemi global dapat terus memberikan dampak buruk. yang signifikan terhadap kawasan Asia Tenggara.

Prospek pertumbuhan jangka panjang untuk Asia Tenggara dipengaruhi oleh demografi, pertumbuhan produktivitas yang melambat, dan kebangkitan ekonomi digital.

Salah satu tantangan penting, populasi yang menua karena banyak negara di kawasan ini yang menghadapi risiko “Tua sebelum menjadi Kaya.” Dampak merugikan dari penuaan ini terhadap pertumbuhan dan posisi fiskal jeblok terlilit hutang dapat menjadi substansial.

Tantangan kedua, melambatnya pertumbuhan produktivitas Terakhir, perekonomian global semakin menjadi ter-digitalisasi. Walaupun sebagian kemajuan ini dapat benar-benar transformatif.

Mereka juga membawa berbagai tantangan, termasuk yang terkait masa depan pekerjaan rakyatnya. Maraknya, pekerja semi informal on line hadirnya, gojek, grap dan shopee hanyalah sejumlah contoh.

Meski, Asia Tenggara sedang diserbu alami revolusi digital. Dengan keragaman yang signifikan hampir melanda di seluruh kawasan ini,

Apapun sejumlah narasi dari pakar dan pengamat menjadi persepsi tersendiri. Namun, apa yang menjadi gagasan dan pemikiran penyatuan mata. uang tunggal, suatu paradigma baru yang fundamental dan revolusioner di Asia Tenggara. (Hud / Sis 081216271926).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lagi,Polres Gresik Salurkan 750 juta dana BTPKLW Untuk Mengurangi Beban Warga di Masa Pandemi.

Jum Okt 22 , 2021
Lagi,Polres Gresik Salurkan 750 juta dana BTPKLW Untuk Mengurangi Beban Warga di Masa Pandemi. Koranmerahputih.com|Gresik, // Polres Gresik terus menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW). Kali ini giliran 625 pedagang di wilayah Selatan yakni Kecamatan Kedamean, Menganti, Driyorejo dan Wringinanom […]