Momen Integrasi Ketahanan Ekonomi Pasca Pandemi, Solusi Komprehensif Mata Uang Tunggal ASEAN

Momen Integrasi Ketahanan Ekonomi Pasca Pandemi, Solusi Komprehensif Mata Uang Tunggal ASEAN

 

 

JAKARTA-koranmerahputih.com, MOMEN integrasi ekonomi ASEAN masih dianggap belum signifikan. Jika, penerapan integrasi itu hanya parsial di negara negara kawasan. Masih sebatas kerjasama ekonomi konvensional, seremonial dipermukaan publik.

Regional rakyat, bangsa dan negara memerlukan kebijakan baku. Kebijakan Financial Reform penyatuan currency regional tunggal. Konkret, komprehensif dan suistainable berkelanjutan.

Karenanya, gagasan dan pemikiran K.H. Gustur tidak hanya mendorong untuk memperkuat komitmen dan kerjasama perdagangan bebas antarnegara ASEAN. Integrasi reform finansial mata uang tunggal merupakan solusi komprehensif bukan alternatif.

Menurutnya, integrasi ASEAN mampu memberikan stimulus dunia usaha di setiap negara kebijakan mata uang tunggalnya. Akan terjadi free trade market fair play dengan transaksi perdagangan yang wajar dan kondusif. Dimana, mata uang yang beru itu berfungsi sebagai stabilisator ketahanan ekonomi rakyat regional, dikatakan tokoh ahli tata negara.

Menurutnya, value added, nilal tambah negara-negara di kawasan. Teruji dan membuktikan diri sebagai blok yang berpengaruh kuat dalam setiap kerja sama ekonomi dan. perdagangan dengan blok-blok di kawasan di sejumkah benua dunia lainnya.

Baca juga  Bambang Suryo Sebut Mafia Bola Di Liga 2 & 3, Raffi Ahmad & Atta Halilintar Jangan Terjebak; Siswahyu Kurniawan Harap Binalah Pesepakbola Usia Transisi

Menurutnya, pentingnya penyatuan mata uang tunggal ini bagi tergabung dalam anggota Asia tenggara. **Currency ASEAN Integrity merupakan jawaban terhadap beberapa keresahan masyarakat terhadap kebebasan perdagangan dunia, terutama Volatile currency negara negara ini.

Kerap kali tak berdaya hadapi hegemoni Financial Global, kecuali Jepang, satu satu negara benua Asia yang masuk Hard currency market global.

Ditambahkannya, currency integreted ASEAN menjadi salah satu jalan menuju terbangunnya komunitas ekonomi ketahanan regional stabil, terbuka, dan menjunjung nilai inklusivitas yang diharapkan dapat membawa pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat di kawasan ASEAN.

Hal ini tidak hanya untuk kelangsungan hidup masyarakat pasca pandemi. Akan tetapi juga untuk membangun masyarakat ekonomi yang kuat dan tangguh.

Dari sisi, populasi 660 juta jiwa berdomisili di area ini dan latar letak geografis. Ketahanan ekonomi, melihat bahwa ASEAN merupakan satu region yang begitu besar.

Karena itu, merupakan peran sentral penting untuk diwujudkan. Salah satunya dan terpokok dengan membuat satu alur kerja mata uang tunggal ketahanan ekonomi yang baik, katanya, usai hadiri rutinan, pencerahan kebangsaan dan keyakinan spiritual.

Baca juga  TMMD 109 Membawa Berkah di Tengah Pandemi Covid 19

Selain itu, konektivitas dan transformasi digital sebagai prioritas utama yang saling memengaruhi ekonomi semua sektor.

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang lamban, ekonomi digital terus menjadi mesin pertumbuhan yang kuat selama pandemi dan trennya diperkirakan akan terus meningkat.

Terkait hal ini, seluruh anggota negara diharuskan mendukung digitalisasi mata uang tunggal ASEAN, melalui penguatan literasi digital dan skill ICT, dan goes digital. Dalam Sidang Komisi Ekonomi, delegasi Indonesia juga membahas dua draft resolusi yaitu tentang pemberdayaan UMKM dan integrasi Ekonomi ASEAN, dan penyembuhan ekonomi pasca pandemi penyatuan mata uang tunggal sebagai stabilisator finansial marketregional.

Disisi lain, masuknya startup unicorn dan dekakorn bisa diharapkan dapat menggairahkan perdagangan saham di bursa regional, meski di kawasan dikabarkan sudah dihuni 12 perusahaan multinasional.

Ditegaskan, masuknya perusahaan-perusahaan teknologi tersebut juga akan meningkatkan daya tarik pasar regional, terutama di mata investor asing.

Hal ini dapat berimbas pada kenaikan kapitalisasi pasar di kawasan Asia Tenggara seiring dengan naiknya jumlah investor.

Baca juga  Musyawarah Antar Desa (MAD), BUMDesa Bersama Menjadi Pilihan Transformasi UPK Exs PNPM MP.d

Untuk mengantisipasi kehadiran perusahaan tersebut, emergency exit salah satu terpenting gagasan dan pemikiran mata uang tunggal ASEAN.

Sedini mungkin, Ketahanan ekonomi tidak rapuh dengan gagasan dan pemikiran itu. Uang tidak mudah kabur ke luar dari negara negara di kawasan ini. Tak bisa dibayangkan diantara negara ini masih belum kuat dan rentan volatalitas mata negara domistik bisa terancam potensi kolaps, defisit anggaran kian tajam.

Pakar dan analis selaras dengan gagasan dan pemikiran mata uang tunggal ASEAN. Namun, perlu proses mewujudkan gagasan yang visioner. Diperlukan, kesepahaman dan kesepakatan setiap pemimpin negara-negara di kawasan ini dengan kebijakan utamakan kepentingan rakyatnya, ketahanan ekonomi dan kedaulatan stabilisator nilai kurs. (Hud / Sis 081216271926).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Momen Integrasi Ketahanan Ekonomi Pasca Pandemi, Solusi Komprehensif Mata Uang Tunggal ASEAN

Rab Okt 20 , 2021
Momen Integrasi Ketahanan Ekonomi Pasca Pandemi, Solusi Komprehensif Mata Uang Tunggal ASEAN   JAKARTA-koranmerahputih.com, MOMENintegrasi ekonomi ASEAN masih dianggap belum signifikan. Jika, penerapan integrasi itu hanya parsial di negara negara kawasan. Masih sebatas kerjasama ekonomi konvensional, seremonial dipermukaan publik. Regional rakyat, bangsa dan negara memerlukan kebijakan baku. Kebijakan Financial Reform […]