Gus Taji Minta Milenial Seperti Gilang Widya Pramana Dan Atta Halilintar Agar Peduli Bina Pesepakbola Usia Transisi

Gus Taji Minta Milenial Seperti Gilang Widya Pramana Dan Atta Halilintar Agar Peduli Bina Pesepakbola Usia Transisi

SIDOARJO-koranmerahputih.com,

Dengan telah diberikannya izin perhelatan kompetisi di Indonesia tahun 2021 ini oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk Liga 1, Liga 2, Liga 3, hingga Liga 1 Elite Pro Academy U16, U18, U20, serta Piala Soeratin U13, U15, U17 dan lain-lain kompetisi, salah satunya hal itu menjadi pendorong ‘para’ Sekolah Sepakbola (SSB) untuk berani menggeliat lebih membuka melakukan aktivitas termasuk untuk Open Register baru (pendaftaran) untuk yang ingin menekuni sepakbola mulai dari usia 7 tahun sampai usia 18 tahun. Meskipun bisa berlanjut dengan ‘pemanduan’ para pesepakbola usia muda untuk menjadi pesepakbola profesional masa depan, karena target sesungguhnya bukanlah asal juara di usia muda akan tetapi adalah ikhtiar menjadi pesepakbola profesional.

Momentum ijin yang telah dikeluarkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit itu juga mendorong SSB Bromo FC yang berlatih di Lapangan Jenggala Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, itupun menjadikannya ikut menggeliat dengan melakukan Open Registrasi baru alias pendaftaran baru untuk para pesepakbola usia 7 (U-7) hingga U-18. Yang dilakukan Bromo FC dapat dukungan dari Bagus Kahfi pesepakbola Tim Nasional (Timnas) yang kini bermain di FC Utrecht.

Baca juga  Nurbata Kepala Desa Purisemanding Meresmikan Pos Jaga Pencegahan Covid-19 Dusun Bululawa

“Selamat untuk Bromo FC, semoga ke depan terus bisa ikut menghasilkan pesepakbola nasional,” kurang-lebih hal itu diungkapjan Bagus Kahfi yang sedikit banyak pernah ‘belajar’ (berlatih) sepakbola dalam lingkungan Bromo FC pimpinan Achmad Yari, namun meskipun sudah ngetop, Bagus Kahfi tidak pernah melupakan Bromo FC dan Achmad Yari. Bahkan jika saat liburan, Bagus Kahfi tak lupa tetap menjaga silaturahmi mengunjungi Achmad Yari dan teman lamanya di Bromo FC.

Terpisah, Achmad Yari membenarkan apa yang disampaikan Bagus Kahfi bahwa keberadaan Bromo FC diantara misi utamanya adalah untuk terus ikut ambil peran ikhtiar proses mengarahkan pesepakbola muda menjadi pesepakbola profesional meskipun misal dengan segala keterbatasan.

“Diantara misi kami adalah untuk terus ikhtiar membantu pesepakbola muda menjadi pesepakbola profesional, tentu dengan harapan dukungan berbagai pihak peduli,” ungkap Achmad Yari yang juga merupakan perintis awal tim sepakbola usia muda Bhayangkara FC U13, U14, U15, dan U16 mulai tahun 2017 hingga awal adanya Liga 1 Elite Pro Academy U-16 dan U-18 pada tahun 2018. Tak mengherankan sejumlah binaan Bromo FC telah menjadi pesepakbola profesionsl, juga banyak yang masuk Liga 1 Elite Pro Academy (EPA) melalui berbagai klub termasuk di Kalteng Putera, Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, Borneo FC dan lain-lain. Meskipun EPA lebih sebagai bagian pintu awal, karena target utama tetap untuk menjadi pesepakbola profesional ketika memasuki usia produktif.

Baca juga  Ops Yustisi, Bagops Polres Serang Kota Bagikan Ratusan Masker

Terpisah, Siswahyu Kurniawan penulis buku Humor Sepakbola, mendukung apa yang disampaikan Bagus Kahfi dan Achmad Yari bahwa untuk ikhtiar fokus menjadikan pesepakbola profesional adalah vital. Menurut Siswahyu Kurniawan hal itu butuh fokus perhatian saat pesepakbola muda memasuki usia transisi mulai usia 15 tahun, lebih-lebih usia 18, 19, dan 20 yang merupakan momentum vital.

“Banyak pesepakbola usia muda yang hilang dari peredaran ketika mulai memasuki usia 15, dan lebih banyak lagi yang hilang ketika memasuki usia 17 lebih. Sehingga perlu perhatian banyak pihak,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga penulis sejumlah buku termasuk buku Bung Karno Dan Pak Harto serta buku biografi Mardjito GA Ketua Umum Puskud Jatim yang pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Komisaris Bank Bukopin.

Ahmad Taji (Gus Taji) pemerhati masalah sosial dan olahraga sepakat bahwa para pesepakbola perlu mendapatkan fokus perhatian, juga dukungan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah seperti Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) yang mulai penataan kepedulian, apalagi untuk tahun 2022 Sidoarjo target Juara Porprov Jatim yang tentu lebih prestisius dengan sekaligus menjuara Cabang Olahraga Sepakbola. Gus Taji juga mengapresiasi para ‘milenial’ yang mulai ikut terjun mendana sepakbola melalui klub-klub liga misal seperti Gilang Widya Pramana bos Juragan 99 yang ikut mendanai klub Liga 1 Arema dan diangkat menjadi Presiden Arema. Kemudian Raffi Ahmad yang menangani klub Liga 2 RANS Cilegon FC, Kaesang Pangarep putera Presiden Jokowi menangan Persis Solo, Atta Halilintar (AHHA) menangani klub Liga 2 AHHA PS Pati FC dari Pati dan lain-lain.

Baca juga  Babinsa Koramil 0227 Cipocok Jaya Kodim 0602/Serang, Laksanakan Sosialisasikan PSBB

Namun Gus Taji minta agar para ‘milenial’ itu tidak hanya gebyar di klub-klub liga, akan tetapi harus ikut peduli pembinaan pesepakbola usia muda yang usia transisi untuk dibina hingga menjadi pesepakbola profesional. Termasuk misal melalui SSB-SSB bagus seperti Bromo FC misal. Apalagi menurut Gus Taji, selama ini jarang klub-klub yang benar-benar peduli untuk pembinaan. Bahkan untuk memperluas peluang tertampungnya para pesepakbola muda yang menuju profesional, Gus Taji mengusulkan agar jumlah klub Liga 1 ditambah. Jika sekarang ada 18 klub, menurut Gus Taji perlu ditambah menjadi 24 klub atau minimal 12 klub. Sedangkan untuk klub Liga 2, dari yang sekarang ada 24 klub agar ditambah menjadi 36 klub atau minimal 30 klub. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

New Logo Partai AMINDO, Partai Adil Makmur Indonesia Yang Kokoh Dan Segar

Rab Jun 9 , 2021
MOJOKERTO|koranmerahputih.com- Logo Partai AMINDO (Partai Adil Makmur Indonesia) dengan dominasi warna hijau dilengkapi mahkota diatasnya menunjukkan kekokohan semangat memimpin dengan adil untuk rakyat, untuk adil makmur Indonesia, sesuai dengan Sang ‘Pengendali’ Utama partai tersebut: KH Gustur yang dengan ketulusan semangat menolong bukan suatu kesuksesan, tapi menolong adalah suatu Keikhlasan menunaikan […]