KANDIDAT PEMIMPIN BERINTEGRITAS 2024

*KANDIDAT PEMIMPIN BERINTEGRITAS 2024*

 

Jakarta-koranmerahputih.com

MOMENTUM hajatan lima tahunan telah disepakati anggota dewan (DPR RI). Pemilihan Presiden pada 28 Februari 2024 dilansir kompas.com 4/6/2021. Sebagai titik tolak membangun peradaban tak terlepas sosok pemimpin.

Sesuai konstitusi kekuasaan Presiden RI memiliki kewenangan yang begitu luas, sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Panglima tertinggi TNI-Polri. Membawa 270 juta rakyat lebih menuju stabilitas ekonomi, ketentraman jauhkan dari sikap adu domba sesama warga negara.

Disela situasi dunia diguncang bencana pandemi Covid-19, rakyat tidak hanya panik berupaya menyelamatkan diri dari dampak buruk akibat bencana tetapi juga terlihat kepanikan luar biasa mencari pemimpin berintegritas sebagai tempat bernaung. Mampu meng-eliminir penyimpangan korupsi bantuan dan anggaran negara dari oknum pejabat.

Tanpa sosok pemimpin berintegritas selengkap sebaik apapun perangkat ketentuan UU yang berlaku, tetap saja bisa dibobol, sebab integritas itu hadir dalam bentuk semangat jiwa dan stimulasi gairah warga negara nya. Timbul semangat dan rasa optimis baru tanpa suatu kehadiran fisik pemimpin itu sendiri, negeri ini sangat luas dan besar.

Belakangan ini banyak pimpinan yang mengaku pemimpin, tetapi pada saat diuji disela bencana (pandemi) mereka alias pemimpin karbitan yang jauh dari aroma berintegritas, tanpa mampu kendalikan jajarannya pembantu atau lembaga instansi lain dibawahnya.

Pemimpin yang berintegritas, disaat normal merupakan sosok professional yang pada intinya memiliki tiga ciri khusus masing masing memiliki skill, knowledge dan attitude.

Skill maksudnya adalah tertuju kepada orang yang benar-benar ahli dibidangnya, bukan labeling karena sertifikat atau penghargaan yang bersifat semu.

Baca juga  Meski Tidak Terdaftar di Depdagri, Pembekuan MOI Tetap Dilaporkan

Knowledge, menguasai dan memiliki pemahaman yang luas, setidaknya berwawasan kebangsaan ketatanegaraan terhadap ilmu pengetahuan lain yang berkaitan dengan kemahiran dalam memimpin jajaran, terlebih rakyatnya.

Dan, sementara Attitude adalah sosok kandidat tidak hanya pintar tetapi memiliki etika dalam penerapan keahliannya dan kuasai manajemen ilmu ketatanegaraan, syarat mutlak.

Ketua DPR-RI Puan Maharani, diketahui mampu kendalikan diri disaat rapat dengar pendapat sejumlah anggota dewan begitu lantang, tetap dapat membawa atmosfir suasana cool dalam gedung rakyat. Heboh ber-narasi terbuka dengan Ganjar Pranowo, karib dalam lingkungan satu atap di garda depan penuh resiko, terlepas dari unsur kepentingan apapun. Tanpa integritas tinggi siapa pun yang back up tentunya nyali ciut.

Sosok kandidat K.H. Gustur anggota DPR RI periode 1988 1993 dan Pembina Da’i Polri seluruh Indonesia. Kiprahnya, terbukti mampu menengahi “kemelut” saat muktamar NU (2015) di Jombang Jawa Timur hindarkan perpecahan ormas terbesar negeri ini, tetap utuh hingga saat ini.

Dibesarkan dari keluarga pejuang ditempa dan disiplin ketat oleh Abahnya Jendral R. Soehoed KASAD Pertama TNI, telah alami didikan wawasan kebangsaan tak diragukan lagi. Fakta, sebagai Bimbingan Mental (Bintal) TNI Polri hingga saat ini. Knowledge, ketatanegaraan dan sejumlah ilmu kitab keagamaan di lingkungan Ponpes dimana saat ini di kelolanya.

K.H. Gustur meski dilahirkan dari keturunan nasab Sunan Kudus Jawa Tengah dan keluarga bangsawan. Namun, keseharian tak pernah sebut silsilah dan personal dirinya.

Baca juga  Ketua Umum SAPU JAGAD Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Markas Besar MASJID SAPU JAGAD

Konsisten berikan tausyiah dekat dengan ummat dan khalayak umum, sebagai sumbangsih ikut mencerdaskan kehidupan bangsa serta gigih membangun karakter budi pekerti luhur masyarakat.

Selain itu, kedua tokoh kandidat yang disebut sebut miliki kemiripan. Oleh sejumlah kalangan karakter sulit disandingkan. Oleh karena, karakter gigih sedikit meledak ledak harus diimbangi katakanlah sebagai rem cakramnya. Tri Rismaharini Mensos yang di-Framing dari wali kota Surabaya dua periode tak dapat dianggap sebelah mata.

Begitupun, Prabowo Subianto diketahui berkompetisi keras Pilpres 2019 mampu legowo terima kekalahan. “Jika, situasi saat itu Prabowo bilang, kita harus revolusi atas ketidakadilan proses pilpres ini. Maka kita akan revolusi” ujar Ahmad Dani yang juga politisi dan musisi senior di kanal Deddy Corbuzier. Bukti kedua tokoh mampu kendali diri demi keutuhan sesama warga negara.

Kali ini, seperti diketahui yang dihebohkan di media mainstream Ganjar Pranowo gubernur Jawa Tengah yang tak diundang dari partai nya. Tetap tenang tak emosional dan mampu bersikap elegan. Sebelumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) alami hal serupa meski lebih krusial.

Terbukti, sebagai Ketum selamatkan gerbong Partai Demokrat, terlepas dari siapa dia kronologisnya. Integritas nya seakan telah teruji walau perlu tentangan dan ujian lebih luas. Dipercaya akan mampu menghadapinya.

Hak Rakyat Tentukan Sikap Nasibnya Sendiri

Sementara itu, sosok dua kepala daerah populasi penduduk memiliki hak pilih pemilu signifikan. Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat dan Anies Baswedan Gubernur DKI. Kedua sosok ini, memliki basis peminat yang cukup kuat. Oleh karena, kandidat pemimpin saat 2024 ketokohan berintegritas merupakan sesuatu yang tidak bisa dikompromikan, selain diusung kendaraan partai apa, dinamika politik cepat berubah dengan sikon yang terjadi nanti.

Baca juga  SAMBAS Kabupaten Pelopor Aksi Nasional P4GN

Sosok kandidat kedua Gubernur, perlu siapkan berbagai support untuk bisa melaju menarik hati rakyat dan tentu kendaraan lokomotif partai pengusung. Keduanya mencari sejurus cara bagaimana mampu dilirik oleh partai pengusung syarat konstitusi amanat kepemimpinan nasional.

Seperti diketahui, helatan 2024 sangat berbeda dengan pilpres periode lalu, begitu tajam dan terbelah antar sesama tetangga keluarga dan bangsa. Ketika, pilpres tidak terdapat inkumben, rakyat pemilih diharapkan tidak terbelah seperti 2019.

Oleh karena, seolah telah disetting hanya dua Paslon atas nama undang undang. Terbukti, hingga kini, suasana pembelahan anak bangsa masih terasa. Sebagai akibat segelintir kepentingan korban rakyat, juga jauh sebelumnya telah kondusif tentram dan demokratis. Sehingga tidak lagi terjadi kegaduhan demi kegaduhan baru. Bahwa, sejumlah pihak nyatakan negeri tidak sedang baik baik saja, bahkan negeri sedang sakit.

Sebagai rakyat, tentunya tetap optimis dan perubahan hanya bisa diraih secara konstitusional melalui saluran konstitusi ketentuan perundangan yang berlaku. Saatnya, hak rakyat tentukan sikap lebih bijak nasibnya sendiri, tahun 2024 merupakan titik balik negeri tercinta akan dibawa ke mana. (Mas Huda. Pekerja media yang pernah bergabung di Jawa Pos, majalah Tempo, harian Rakyat Merdeka, dan koran Indo Pos Jakarta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gus Taji Minta Milenial Seperti Gilang Widya Pramana Dan Atta Halilintar Agar Peduli Bina Pesepakbola Usia Transisi

Sel Jun 8 , 2021
Gus Taji Minta Milenial Seperti Gilang Widya Pramana Dan Atta Halilintar Agar Peduli Bina Pesepakbola Usia Transisi SIDOARJO-koranmerahputih.com, Dengan telah diberikannya izin perhelatan kompetisi di Indonesia tahun 2021 ini oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk Liga 1, Liga 2, Liga 3, hingga Liga 1 Elite Pro Academy U16, U18, U20, […]