Pengacara Sadak SH Dampingi Korban Umroh, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo Membenarkan

Pengacara Sadak SH Dampingi Korban Umroh, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo Membenarkan

 

 

 

MOJOKERTO-koranmerahputih.com,

Belum lama ini (22/05/2021) Tim Satreskrim Polres Mojokerto (Kabupaten), Jawa Timur, berhasil menangkap pelaku arisan lebaran fiktif yang menipu ratusan ibu-ibu (ibuk-ibuk/emak-emak, red.) dengan kerugian diperkirakan sekitar Rp. 1 Miliar lebih, yang dilakukan oleh Tarmiati alias Mia (42) warga Kembangsari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Hal tersebut sebagaimana diungkapan Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo. Suasana efek adanya pandemi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) bisa saja menjadikan hal itu terjadi.

Belum lagi hal tersebut tuntas berproses, kemarin (Kamis 27 Mei 2021), giliran sejumlah ibuk-ibuk lain mendatangi Polres Mojokerto dalam rangka melaporkan tertipunya mereka oleh hal yang hampir sama, arisan, umroh dan investasi yang dijanjikan memberikan keuntungan berlipat.

Diperkirakan kerugian secara keseluruhan hingga ratusan juta rupiah. Apalagi diantara sejumlah korban, banyak yang masing-masing peserta mengalami kerugian hingga Rp 70 juta. Yun, salah seorang korban berusia 38 tahun, melaporkan aksi penipuan berkedok arisan, investasi, dan umrah tersebut ke Mapolres Mojokerto kemarin, hingga malam. Laporan ditujukan terhadap Suendah warga Desa Kintelan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Suendah yang diduga sebagai koordinator investasi bodong tersebut dilaporkan oleh tetangganya sendiri itu karena tak kunjung membagikan hasil.

Baca juga  Jelang Tahun Baru 2021, Kapolres Serang Kota Dampingi Wali Kota Serang Pantau Situasi

Sebagaimana dijanjikan oleh Suendah kepada para anggota, investasi itu hasilnya akan dibagikan setiap bulan. Namun dalam kenyataan hanya dibagikan cuma dua kali alias dua bulan. Sisanya hingga kini tidak dibagikan, padahal semua uang investasi sudah diserahkan korban sejak Oktober yang lalu.

Saat melapor ke Polres Mojokerto, ibuk-ibuk asal Desa Kintelan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto itu didampingi oleh sejumlah kuasa hukum dari LBHPK (Lembaga Bantuan Hukum Penegak Keadilan) Mojokerto dari ruko Jabon.

Sadak SH, sebagai kuasa hukum dari beberapa ibuk-ibuk tersebut mengungkapkan bahwa yang sedang didampingi adalah kliennya yang melaporkan dugaan tindak penipuan umroh dan penggelapan uang investasi senilai Rp120 juta pada tahun 2019 lalu. “Jadi, tujuan kami ke Polres Mojokerto dalam rangka laporan tentang dugaan penipuan,” ujar Sadak SH pengacara muda asal Lamingan yang dikenal peduli sosial ini.

Sadak SH pun menjelaskan kronologis kejadian, dimana terlapor Suendah yang warga Desa Kintelan, Kecamatan Puri itu, menawarkan kepada kliennya bisa memberangkatkan umroh dengan meminta uang sebesar Rp. 10 juta.

Baca juga  DPW KAMPUD Dorong Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi di Sekretariat DPRD Way Kanan

Namun masih lanjut diceritakan Sadak bahwa pada tahun 2021, terlapor Suendah membatalkan atau menerangkan terhadap pembatalan telah batal. “Suendah juga sudah berupaya dan berkeinginan mengembalikan uang klien kami. Namun pada kenyataan dia tidak mengembalikannya. Bahkan, telah mengajak mediasi terhadap kedua belah pihak,” ungkap Sadak SH dimana sebagai pengacara tentu mendahulukan penyelesaian diluar Peradilan terlebih dahulu jika memungkinkan.

Akan tetapi itikad dari terlapor tak bisa dipastikan, dengan batas waktu yang telah ditentukan tanggal 23 Mei terlapor berjanji akan mengembalikan uang tersebut. “Kalau itu tidak bisa dilakukan, mau tidak mau kami akan melaporkan hal itu kepada pihak yang berwajib,” tandas Sadak SH, apalagi kerugian tidak hanya soal janji umroh, namun juga terdapat juga kerugian dalam suatu investasi.

Dari penjelasan Sadak SH diketahui, jika dihitung dari empat korban yang telah melapor, jumlah kerugian sekitar Rp.120 juta. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan kerugian bertambah karena masih memungkinkan jumlah korban yang melapor akan bertambah.

Baca juga  Menteri PPN: Potensi Indonesia dalam Membangun Industri Hijau

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo SH, SIK membenarkan, terkait laporan yang dikawal Sadak SH tersebut. “Iya benar ada laporan tindak pidana penipuan terhadap pemberangkatan umroh,” ungkap Tiksnarto Andaru Rahutomo pria kelahiran Semarang mantan Kasatreskrim Polres Malang yang juga lulusan terbaik TNI-Polri tahun 2009 peraih Bintang Adhi Makayasa ini.

Andaru Rahutomo juga menjelaskan, pihaknya kini sedang fokus memeriksa beberapa barang bukti sebagai alat kuat untuk dibawa ke jalur hukum.

“Kami masih mengumpulkan barang bukti dan saksi, untuk mendukung laporan tersebut,” ungkap Andaru yang baru menjabat Kasatreskrim Polres Mojokerto sejak April 2021, yang juga dikenal penghobi minum kopi dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri ini. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DPD KAMPUD Simalungun Dukung Terwujudnya Pemerintah Bersih dan Baik di Pemkab Simalungun

Ming Mei 30 , 2021
SIMALUNGUN|koranmerahputih.com- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda Untuk Demokrasi (KAMPUD) Kabupaten Simalungun siap mengawal jalannya Pemerintahan di Kabupaten Simalungun, hal ini ditegaskan oleh Ketua DPD KAMPUD Kabupaten Simalungun, Mhd. Aliaman Hamonangan Sinaga, SE, melalui keterangan persnya di Simalungun pada Sabtu (29/5/2021). Dengan telah terbentuknya susunan pengurus DPD […]