Pelantikan Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang Kecamatan Benjeng Batal.

Pelantikan Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang Kecamatan Benjeng Batal.

 

Gresik|koranmerahputih.com – Pelaksanaan Pelantikan Suparno sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan yang sempat viral di Desa Munggugebang yang dijadwalkan digelar Rabu (19/6/2021) malam di balai desa setempat, batal

Pelantikan yang dijadwalkan oleh Kepala Desa (Kades) Munggugebang, Wariyanto, pada pukul 19.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB belum bisa dilakukan dan dinyatakan batal di gelar. Padahal para undangan telah masuk ke dalam balai desa.

Pelantikan kasi pemerintahan yang gagal dilakukan setelah ratusan masyarakat desa munggugebang dan LSM T-KPK, Ledak, serta GMBI menolak keras pelantikan datang dan berkumpul di depan pintu masuk dan sekitar kantor balai desa. Mereka terus berdatangan. Ada yang memampang poster berisikan berantas jual beli jabatan, bersihkan desa munggugebang dari oknum mafia jabatan, desakan warga agar kades mundurpun di orasikan serta pelantikan Suparno harus dibatalkan.

Sedangkan Kepala Desa Munggugebang Wariyanto belum berhasil dimintai keterangan terkait pembatalan pelantikan Suparno sebagai Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang.

Baca juga  Heboh kan warga "pemuda Dikabarkan hilang di gondol wewe gombel akhirnya di ketemukan

Terpisah , Camat Benjeng Suryo Wibowo membenarkan pelantikan Suparno dibatalkan. “Pelantikan batal Mas,” ucap Suryo Wibowo.

Suryo, mengaku tidak tahu pelantikan Suparno sebagai Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang akan digelar kapan setelah batal.

“Kurang tau. Sebab, pelantikan itu menjadi domain kades, ” jelasnya.

Menurut Suryo, sebelum Kades Munggugebang membatalkan pelantikan pada jam yang telah ditentukan, Rabu (19/5/2021) petang, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memanggil yang bersangkutan di kantor Kecamatan Benjeng. Juga hadir Kapolres AKBP Arief Fitrianto, dan Dandim 0817 Letkol Inf. Taufik Ismail.

Pada pertemuan itu, lanjut Suryo, bupati menyampaikan kepada kades bahwa hasil rekrutmen Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang yang dilakukan Panitia Penjaringan Perangkat Desa (P3D) masih dalam pemeriksaan inspektorat.

Masih menurut Suryo, bupati juga menjelaskan bahwa pelantikan kasi pemerintahan hasil seleksi yang dilakukan P3D tidak hanya merujuk pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 19 tahun 2017 tentang P3D. Namun, masih ada sejumlah regulasi lebih tinggi seperti peraturan daerah (perda) dan Undang-Undang yang memberikan ruang untuk melakukan penundaan pelantikan.

Baca juga  Diduga Pembangunan TPT JPD Desa Setrohadi, Proyek BK Gunakan Campuran  Pasangan Batu

Setelah itu, kata Suryo, bupati mempertanyakan kepada Kades Munggugebang apakah tetap lanjut melantik kasi pemerintahan?

“Jawab kades tetap melantik,” ungkap Suryo.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gresik, Malahatul Farda mengungkapkan, bahwa dalam pertemuan itu bupati juga menawarkan solusi demi menjaga stabilitas desa, transparansi, dan menjadikan tata kelola pemerintahan desa (pemdes) lebih baik dan maju. Yakni dengan melakukan penjaringan ulang. Namun, Kades Munggugebang tetap tidak mau.

“Saat Pak Bupati menawarkan penjaringan diulang, Kades Munggugebang tak mau,” tegas Farda.

Farda juga mengungkapkan jika Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang tetap dilantik, lalu di kemudian hari ditemukan cacat hukum, maka bisa dibatalkan.

“Jadi, SK Kades terkait pelantikan tersebut bisa dibatalkan jika di kemudian hari ditemukan cacat hukum dan bertentangan dengan peraturan lebih tinggi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, rekrutmen Perangkat Desa Munggugebang Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada 1 Mei lalu menimbulkan polemik. Sebab, hasil ujian yang dilakukan oleh Tim Panitia Penjaringan Perangkat Desa (P3D) dinilai mencurigakan.

Baca juga  Laskar Balawangi Bertekad Menangkan Pasangan Ipuk - H Sugirah di Pilbup Banyuwangi

Hal ini nampak dari rekapitulasi nilai yang didapat 3 peserta, terdiri dari pasangan suami-istri Suparno dan Sri Danarti, keduanya lulusan kejar paket C (setara SMA) dengan nilai sangat zempurna 100 dan99 dan Weldan Erhu Nugraha, seorang lulusan S1 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan nilai 68 dari sinilah kejangalan yang mencurigakan.( Dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Respek Watudakon Football Academy, Bambang Nurdiansyah RANS Cilegon FC Apresiasi Yusuf Ekodono Peduli Pesepakbola Desa

Kam Mei 20 , 2021
Respek Watudakon Football Academy, Bambang Nurdiansyah RANS Cilegon FC Apresiasi Yusuf Ekodono Peduli Pesepakbola Desa   “Apa yang dilakukan oleh Yusuf Ekodono (peduli pesepakbola desa, red.), sangat mulia dan positif,” ungkap Bambang Nurdiansyah pria kelahiran 28 Desember 1960 (kepada media ini) salah satu legenda timnas sepakbola Indonesia yang bersama Yusuf […]