Bersama dan Kebersamaan Mempererat Silaturahmi: Keluarga Besar MAKI Jatim Menyelami Keunikan Kuliner Nusantara di Acara Buka Bersama

Sidoarjo – Koran Merah Putih Dalam suasana penuh kebersamaan dan kehangatan, keluarga besar MAKI Jatim mengadakan acara buka bersama Bulan Ramadhan 1446 H yang dihadiri oleh segenap anggota dan awak media di Food Court Lafest Kletek Taman Sidoarjo, pada Sabtu (15/3/2025).
Acara ini diselenggarakan sebagai wujud silaturahmi dan kekompakan, mempertemukan anggota, warga, dan media dalam nuansa yang penuh kebahagiaan dan kekeluargaan. Suasana penuh kasih sayang ini membuat setiap individu merasa dihargai dan terhubung, menciptakan hubungan yang lebih erat antara berbagai elemen di komunitas. Kehangatan dan kebersamaan ini menjadi momen yang sangat berharga, di mana setiap senyuman dan tawa menciptakan sebuah ikatan emosional yang kuat, memperkuat rasa memiliki akan komunitas yang lebih besar.
“Kegiatan ini merupakan momen yang sangat baik untuk mempererat hubungan antar sesama anggota dan masyarakat. Semoga acara ini bisa memperkuat kerjasama kita dalam membangun negara ini ke depan,” ujar salah satu panitia dalam sambutannya, menyiratkan harapan yang mendalam atas keberlangsungan hubungan sosial yang erat. Panitia juga menambahkan bahwa acara ini tidak hanya sebagai ajang buka puasa, tetapi juga sebagai platform untuk berdiskusi dan berbagi ide mengenai kemajuan masyarakat dan bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kolaborasi dan pengembangan komunitas yang lebih baik.
Sejumlah tenant yang berwarna-warni disediakan untuk buka bersama, di antaranya ialah seafood yang menggoda, Dapur Dewata dengan nuansa Bali, bakso bintang lima yang mengenyangkan, dan nasi bebek raja rasa yang menggugah selera. Setiap tenant membawa keunikan tersendiri, menghadirkan ragam cita rasa nusantara yang melimpah dan menjadikan acara buka bersama ini lebih dari sekadar makan, tetapi juga perjalanan kuliner menyenangkan yang bisa dinikmati oleh semua. Setiap hidangan yang disajikan bukan hanya sekadar makanan, tetapi adalah representasi dari keragaman budaya dan tradisi yang ada di Indonesia, menciptakan pengalaman gastronomi yang mengesankan.
Menu spesial buka bersama kali ini juga menampilkan hidangan istimewa, seperti kurma yang manis, es melon yang menyegarkan, dan Ayam Betutu khas Bali yang mengeluarkan aroma menggugah selera, menggoda setiap lidah yang hadir. Hidangan-hidangan ini bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga lambang tradisi dan kehangatan yang menyertai bulan Ramadhan. Beberapa tamu yang hadir bahkan berbagi cerita menarik tentang pengalaman mereka menikmati hidangan ini dalam suasana kampung halaman mereka. Ini memberi kesempatan bagi setiap individu untuk menceritakan akar budaya mereka, menciptakan sebuah dialog yang memperkaya pengalaman berbuka puasa bersama.
Menurut Owner Dapur Dewata, Ule, keberadaannya di La Fest ini akan menyuguhkan menu yang berbeda dari tenant lainnya.
“Ayam Betutu menjadi menu spesial dan sudah terkenal di Dapur Dewata. Ini udah the best, makanya kita kolaborasi dengan berbagai macam pegiat usaha kuliner,” ujar Ule dengan semangat, menekankan nilai unik yang ditawarkan. Melalui kolaborasi ini, Ule berdedikasi untuk mengangkat kembali cita rasa kuliner lokal ke permukaan, memberikan penghormatan terhadap resep-resep tradisional yang telah diwariskan turun-temurun. Kehadiran berbagai usaha kuliner dalam satu tempat menunjukkan sinergi yang sangat baik dalam industri makanan, serta membuka peluang bagi inovasi dan pengembangan rasa baru yang bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Dalam kolaborasinya, Ule berharap untuk memajukan dunia kuliner nusantara, dibalut dengan suasana yang menyenangkan dan arena permainan. Dia juga mencatat pentingnya inovasi dalam kuliner, yang harus sejalan dengan kebudayaan lokal dan preferensi masyarakat saat ini, agar bisa diterima oleh semua kalangan, terutama generasi muda. Dengan begitu, kuliner tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sumber kreativitas yang dapat bersinergi dengan perkembangan zaman.
“Kita ingin benar-benar didukung oleh manajemen non-market untuk memajukan usaha kuliner kita bersama,” kata Ule dengan tekad yang bulat, memperlihatkan komitmennya untuk menjadikan kuliner sebagai salah satu pilar penting dalam komunitas. Dia percaya bahwa dengan dukungan yang tepat, kuliner lokal akan dapat bersaing di level nasional dan internasional, menjadi kebanggaan masyarakat.
Sementara itu, Dicky Reyhan, Management Owner La Fest, memaparkan bahwa untuk menarik pengunjung, wahana di tenant dapat dinikmati secara gratis bagi para pengunjung.
“Tidak hanya sekadar makan dan minum atau tempat ngumpul, di sini pun pengunjung bisa bersenang-senang bersama keluarga, terutama bagi yang membawa anak-anak, dapat memberikan edukasi tentang berbagai macam hewan,” jelas Dicky, menambahkan bahwa acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung. Dicky berharap atraksi tersebut akan mengedukasi anak-anak dan keluarga tentang pentingnya menjaga lingkungan dan pelestarian hewan, sekaligus membuat momen kebersamaan lebih berkesan. Dengan pendekatan komprehensif ini, La Fest tidak hanya menjadi tempat santapan, tetapi juga wadah untuk pembelajaran dan pengembangan kesadaran lingkungan di kalangan pengunjung.(Dd)