Maki Jatim Merajut Kebersamaan:Menghadirkan Kebahagiaan Melalui Ta’jil Berkah Ramadhan

Img 20250310 Wa0337

Surabaya -Koran Merah Putih Dalam suasana berkah Ramadhan 1446 H, pada puasa yang ke-10 yang penuh semangat, Maki Jatim melaksanakan sebuah acara sosial yang lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ini adalah perayaan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam. Dalam rangka merayakan momen penting ini, mereka menyelenggarakan pembagian takjil gratis kepada para pengendara yang melintas di depan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, di Jalan Ahmad Yani Surabaya. Lokasi ini sangat strategis, sering dilalui banyak orang, sehingga aksesibilitas acara ini semakin tinggi.

Img 20250310 Wa0332

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Maki Jatim, Heru Prasetyo, S.IP, yang dikenal karena dedikasinya terhadap nilai-nilai kepedulian sosial. Dia membawa visi mengenai pentingnya berbagi di bulan suci ini, menginspirasi relawan dan masyarakat yang hadir. Selama acara ini, pesan positif tentang toleransi, empati, dan solidaritas antar umat beragama terus disampaikan, mendorong semua orang untuk merangkul perbedaan dan menjalin persahabatan dalam semangat persatuan.

Acara ini, yang berlangsung pada Senin sore, tepatnya pada tanggal 10 Maret 2025, tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan pemersatu yang menghubungkan berbagai lapisan masyarakat. Semangat Ramadhan membuktikan kemampuannya untuk menyatukan hati, membangun rasa solidaritas tanpa batas, dan menjadikan kita semua sebagai satu kesatuan yang saling mendukung. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya nilai-nilai spiritual dalam memfasilitasi interaksi sosial yang positif.

Menu takjil yang disajikan pun beragam, terdiri dari:

– 150 botol es sirup melon yang segar, dipadukan dengan serbat blewah manis dan menyehatkan, menjadi pilihan tepat untuk menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa.

– 150 pack kurma dalam kemasan praktis, memberikan energi instan bagi para pengendara yang menantikan waktu berbuka, hampir menjadi simbol kebiasaan berbuka puasa umat Muslim di seluruh dunia.

– 150 pack mie goreng yang nikmat, lengkap dengan dada telur dan kerupuk, menciptakan hidangan berbuka puasa yang memuaskan dan mengenyangkan, menawarkan cita rasa lokal yang sudah tidak asing bagi masyarakat setempat.

Kegiatan ini menggambarkan kebersamaan dalam perjalanan spiritual di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Setiap interaksi kecil antara relawan dan pengendara menciptakan jaringan kebersamaan yang mempertegas arti penting dari berbagi. Dalam setiap tatapan penuh rasa syukur saat masyarakat menerima makanan tersebut, mereka merasakan kehangatan dari kepedulian satu sama lain. Mereka menyadari bahwa dalam masa-masa suci ini, yang dipersembahkan bukan sekadar makanan, tetapi kasih sayang dan dukungan yang tulus. Setiap bungkusan takjil yang dipegang menjadi lambang nyata dari solidaritas dan cinta, melintasi batasan-batasan sosial, mengingatkan kita semua akan kedalaman nilai-nilai kemanusiaan dalam esensi bulan Ramadhan.”Ujar Heru

Di tengah suasana yang penuh kehangatan dan kolaborasi, Maki Jatim berusaha menanamkan nilai-nilai penting dari bulan suci ini melalui acara tersebut, yang menarik perhatian banyak kalangan, dari generasi muda hingga para orang tua. Acara ini tidak hanya mengundang partisipasi aktif dari masyarakat, tetapi juga menggerakkan hati warga untuk merasakan ikatan sosial yang lebih kuat. Para relawan tidak hanya membagikan takjil, tetapi juga menyapa dan berinteraksi dengan pengendara yang berhenti. Mereka berbagi cerita dan menjalin interaksi yang menciptakan komunikasi, mengurangi batasan-batasan sosial yang sering membuat orang merasa terasing dalam kesibukan hidup sehari-hari.

Di tengah kesibukan tersebut, para relawan juga mendengarkan kisah-kisah inspiratif dari masyarakat sekitar. Mereka mendapati banyak orang yang antusias untuk berkontribusi, membuktikan bahwa dalam semangat Ramadhan, setiap individu memiliki kesempatan untuk memainkan peran yang berarti. Kebersamaan dan kepedulian dapat terjalin dalam berbagai cara, baik melalui aksi kecil maupun tindakan yang lebih besar, mendukung semangat persatuan di antara kita, terutama saat-saat yang dinantikan dalam bulan Ramadhan.

Kehangatan acara ini melampaui pembagian makanan; ia menyerukan rasa saling menghargai dan membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkenalkan nilai-nilai Maki Jatim kepada masyarakat luas. Dengan mengedepankan transparansi dan kejujuran dalam pengelolaan acara, Maki Jatim ingin menanamkan kepercayaan di hati masyarakat bahwa setiap sumbangan yang diberikan akan digunakan dengan baik dan sesuai dengan tujuan sosial yang diusung.

Diharapkan semangat ini tak hanya berhenti pada bulan Ramadhan, tetapi juga dapat berlanjut sepanjang tahun, menciptakan ekosistem kepedulian yang berkelanjutan. Dalam visi ini, Maki Jatim ingin merangkul jiwa-jiwa yang membutuhkan bantuan dan mendorong partisipasi dalam aksi sosial yang lebih sering. Oleh karena itu, takjil yang dibagikan bukan hanya sekadar makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga lambang kasih sayang dan kepedulian dalam tindakan yang mampu menciptakan dampak lebih luas.Pungkasnya(Dd)

Leave a Reply