Woooww Mengaku Menjadi Presiden Di Desanya Kades Sukosari, Absolut Mempunyai Kewenangan Tanpa Batas

JOMBANGkoranmerahputih.com : Mengaku menjadi Presiden di Desanya, Kepala Desa Sukosari Kecamatan Jogoroto membuat kebijakan uji kopetensi sebagai dasar memutasi jabatan perangkat desanya.

Sebagai negara hukum, pelaksanaan pemerintahan dilakukan berdasarkan prinsip supremasi hukum, dengan demikian setiap perbuatan yang dilakukan oleh pemerintah harus sejalan dengan hukum yang ada.

Perbuatan pemerintah yang di luar dari itu dapat termasuk bukan wewenang, melampaui wewenang, atau sewenang-wenang, sehingga tanpa pembatasan kekuasaan maka arah yang dituju oleh pemerintahan hanya kepentingan pribadi dan golongan tertentu semata

Kamis (18/02 ) Nurdjono kades Sukosari menerangkan, keputusan tersebut merupakan hak dan wewenang Kepala Desa untuk mengatur Jabatan Perangkat Desa. Uji kopetensi tersebut akan di ikuti sebelas perangkat desa yang ada untuk di rangking dan ditempatkan ke jabatan yang ada didesa.

“Ini kan menyangkut kewenangan dan hak kepala desa yang mengatur desa sepenuhnya dan diberi kekuasaan untuk mengatur Desa sepenuhnya. Ada perangkat sebelas kita uji, rangking 1 dijadikan sekdes, rangking 2 kasun dan seterusnya, ya jadi kita ambil rangking pak,” paparnya.

Baca juga  200 Ribu Benih Ikan Disebar Bumdes di Situ Rawa Binong

Di soal panyung hukum tentang pelaksanaan uji Kopetensi, dasar kebijakan Kepala Desa untuk melaksanakan uji kopetensi tersebut. Apa tidak berbenturan dengan peraturan dan perundang-undangan diatasnya? Kades menjawab tidak ada, semua itu berdasarkan kewenangan kepala desa.tuturnya

Nurdjono menambahkan dengan kebijakan kepala desa untuk mengadakan uji kopetensi perangkat desa. saya kira tidak ada (benturan dengan peraturan) itu kan suatu kewenangan Kepala Desa,” pungkasnya

Sementara, Camat Jogoroto melalui Kasi Pemerintahan Endang membenarkan hal tersebut, bahwa Pemerintah Desa Sukosari sudah mengirimkan surat rekomendasi untuk melakukan mutasi jabatan perangkat desa namun di tangguhkan.

“Sudah mengajukan permohonan rekomendasi pemutasian itu, tapi setelah kita mau menjawab suratnya, Kades ( Nurdjono red ) meminta untuk di tangguhkan terlebih dahulu,” jelasnya

Menurutnya, yang menjadikan Pihak Kecamatan Jogoroto tidak tepat adalah memutasi Sekretaris Desa menjadi Kepala Dusun yang mana sekdesnya bukan warga dusun tersebut dan tidak mau berdomisili di Dusun tersebut.

Cuman kemarin yang menjadikan kami kurang pas itukan, pak Sugeng ( Sekdes red ) rencananya dijadikan Kasun dusun Sukosari yang perangkatnya barusan purna, sementara pak Sugeng tidak berdomisili disitu ( Dusun Sukosari red ) melainkan berdomisili di dusun Sumbersari, sehingga menurut kami kurang pas pungkas Kasipem Kecamatan Jogoroto.

Baca juga  Desa duel gelar acara sedekah bumi kirim doa bersama.

Pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa tunduk pada ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa sebagaimana telah diubah dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2017.

Hal ini demi memastikan pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa dilakukan secara teruji dan terukur bukan atas perasaan suka dan tidak suka kepada orang tertentu.. ( ajr/srd )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Polres Serang Kota Ringkus Komplotan Spesialis Pecah Kaca Mobil

Sen Feb 22 , 2021
Polres Serang Kota Ringkus Komplotan Spesialis Pecah Kaca Mobil       Kota Serang -koranmerahputih.com, Kepolisian Resor Serang Kota melalui Satuan Reserse Kriminal Polres Serang Kota berhasil meringkus empat orang tersangka pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadith Pranoto, S.IK., M.Si., Kasatreskrim Polres Serang Kota […]